KILAS BALIK ( Latisha Usia 1 - 2 tahun )
Hai...
Namaku Latisha Azkadina Gumilar, di lahirkan 8 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 16 November 2011 dengan proses persalinan normal di usia kandungan 37 minggu 2 hari. BB aku saat lahir 3,350 gram dan panjang 49,5 cm. Umi abi bahagia sekali saat menyambutku hadir ke dunia ini. Juga abang Aqil kakak-ku yang saat itu baru berusia 2th.
Aku tumbuh seperti bayi-bayi lainnya. Usia 4 bulan aku sudah bisa tengkurap, usia 6 bulan mulai bisa nungging, dan usia 8 bulan aku sudah bisa duduk lho teman 😍
Saat usiaku 6 bulan, aku ikut umi dan abi mudik ke rumah nenek di Lampung. Saat itu aku kelelahan dan mungkin masuk angin di perjalanan, sehingga aku terkena diare dan batuk flu. Ah, tapi itu bukan penyakit yang harus di khawatirkan yah teman, umiku sering bertanya kepada dokter atau bidan, mereka bilang, masih normal jika beberapa bulan sekali, bayi dan anak-anak terserang demam, diare atau batuk flu.
Setelah 1 minggu di kampung, kamipun kembali ke rumah, tapi, aku masih belum sehat teman, di tambah lagi, lelah di perjalanan pulang. Setibanya di rumah, diareku terus bertambah, begitu juga batuk flu-nya. Seminggu kemudian, belum sembuh sakitku, kakek di kampung harus berpulang untuk selama-lamanya, akhirnya akupun harus ikut kedua orang tuaku balik lagi ke kampung.
Kondisiku mulai sering sakit-an setelah itu, tapi tiap ke dokter, di anggap wajar batuk flu biasa.
Saat usiaku 10 bulan, telingaku mulai keluar cairan bening,,, menurut dokter, itu karena batuk flu berkepanjangan. Jadi masih obat-obatan batuk flu seperti biasa yang aku konsumsi.
Aku anaknya periang lho teman. Aku selalu membuat umi dan abi tertawa bahagia. Ya, mereka sangat menyayangiku. Begitu juga abang Aqil kakakku, biarpun masih kecil, tapi abang tulus sayang padaku.
Saat usiaku 1 tahun, aku belum bisa berjalan teman, dan saat umi tanya pada om dokter, om dokter bilang itu tidak masalah, masih normal, hanya terlambat. Hingga akhirnya usia 16 bulan aku bisa berjalan teman,,, yeaaayyy 👏👏👏 alhamdulillah, umi abi senang sekali, akupun begitu.
Tapi jalanku agak jinjit dan sempoyongan, kalo berdiri beberapa lama, aku sering terjatuh. Tapi aku pikir itu pasti karena aku baru bisa berjalan. Seiring waktu, aku pasti bisa kaya teman-teman lainnya.
Saat usiaku 1.5 th, aku kembali diare, di sertai muntah juga. Saat itulah pertama kalinya aku rawat inap di RS. Dan alhamdulillah, dalam waktu 3 hari, muntah dan diarenya sudah membaik, akupun di ijinkan untuk pulang. Tapi ternyata, saat akan pulang, badanku membengkak banyak cairan. Akhirnya kepulangan di tunda 1 hari, dokter mengambil darah untuk tes fungsi ginjal dulu. Alhamdulillah lagi, hasilnya bagus, baik-baik saja, dan akhirnya di hari ke-4 sudah boleh pulang ke rumah.
Sejak usiaku 10 bulan, saat pagi aku di asuh oleh kerabat dari umi, karena umi dan abi harus bekerja. Sehari-hari aku di rumah kerabat umi tersebut sampe saat umi abi pulang kerja baru aku di jemput. Aku tidak kuat ternyata dengan lingkungannya, banyak asap rokok, sehingga aku sering demam.
Saat usiaku menjelang 2 tahun, aku demam beberapa hari berturut-turut, dan saat itu umi membawaku ke rumah ibu dan opah ( orang tua umi ). Oleh opah, aku diminta di bawa ke RS, dan umipun membawa aku ke salah satu RS terdekat.
Saat rawat inap itu, aku di rontgen dan tes mantouge. Hasil rontgen terlihat ada sedikit flek menurit penjelasan dokter, tapi hasil tes mantouge-nya negatif. Akhirnya dokter hanya memberikan antibiotik untukku.
Setelah 3 hari rawat inap, aku di perbolehkan pulang. Saat sudah di rumah, aku masih sering demam teman, sampai habis beberapa botol obat turun panas. Seminggu setelah itu, tepat saat usiaku 2 tahun, aku sesak nafas berat. Umi langsung membawaku ke IGD RS, tapi bukan RS sebelumya, umi membawaku ke RS yang lebih lengkap.
Selesai pemeriksaan, ternyata leukositku mencapai 40.000 dan aku harus masuk ICU. Disitupun di ulang kembali tes mantouge-nya dan hasilnya masih negatif. Tapi demamku tidak kunjung turun teman, padahal setelah 4 hari di ICU, leukositku sudah berangsur normal.
Di hari ke 4 rawat inap, dokter mendiagnosaku Tubercolosis, karena dari gejala klinis menunjukan ciri-ciri tersebut ( BB turun drastis, dari 9kg menjadi 7kg, dan dari hasil rotgen ada flek di paru ).
Akhirnya aku minum obat untuk TB tiap pagi.
Sudah 10 hari rawat inap, demamku masih tidak kunjung turun, dokter sudah melakukan berbagai macam pemeriksaan untuk mengetahui penyebab demamku. Tes darah rutin, bahkan sampai kultur darah dan tes CD4, hasilnya semua negatif.
Pada hari ke-11 aku sama sekali tidak membuka mata, tidak bergerak, tidak bersuara, umi sudah sangat khawatir. Saat umi bertanya pada dokter, dokter mengatakan fungsi hatiku tinggi ( SGPT dan SGOT ) dan dokter mengatakan, bingung harus bagaimana. Karena aku seharusnya di berikan obat, tetapi dengan kondisi fungsi hati yang tinggi, tidak memungkinkan untukku mengkonsumsi obat-obatan.
Akhirnya umi meminta pulang ke rumah ( sebelumnya saat umi meminta pulang, dokter selalu melarang, tapi kali ini, dokter mengizinkan untuk pulang ) Umipun segera mengurus administrasi RS untuk bisa segera pulang, dan ternyata dokter meminta tanda tangan di surat pernyataan, bahwa aku di bawa pulang paksa, hingga kami tidak boleh menuntut apapun jika sesuatu yang buruk terjadi.
Umipun menandatanganinya, karena umi tidak paham jika kondisiku saat itu ternyata sudah berkurang kesadaran, umi berpikiran bahwa aku terus tidur karena efek obat yang bisa membuat lemas dan mengantuk. Dokterpun tidak menjelaskan jika kondisiku sudah seperti itu.
Aku tiba di rumah hampir jam 8 malam. Dengan tetap tidak bergerak sama sekali dan tidak membuka mata. Ibu ( nenekku ) dan umi bergantian menjaga aku. Hingga saat tengah malam, aku kejang teman, seluruh badanku kaku, dan aku terus meringis saat kejang datang.
Aku kejangbterus menerus sampai melewatkan malam. Ketika pagi tiba, umi hendak membawaku ke RS lagi, tapi oleh keluarga umi tidak di ijinkan. Kondisiku sudah kaku semua, umi diminta ikhlas biar aku bisa tidur dengan tenang.
Tapi ternyata aku masih kuat lho teman, iyah, aku anak yang kuat... Aku terus kejang sampai sore, sampai akhirnya umi sudah tidak tahan, dan segera membawaku ke RS lagi ( tapi kali ini ke RS yang lebih bagus lagi, yang pastinya dengan biaya yang sangat besar )
Tiba di RS pukul 17.30 sore, aku langsung di tangani di IGD ( saat itu detak jantungku sudah berhenti ) Semua tim dokter dan perawat langsung berkumpul memberikan pertolongan pertama ( memacu jantung, memasang oksigen dan alat-alat lainnya, juga menyuntik insulin, ya, cuma itu yang umi tau ) Hingga akhirnya, jantungku kembali berdetak atas ijin Allah.
Tapi,,, aku masih tidur teman, hanya jantungku saja yang kembali berdetak. Aku tidur cukup lama...
Untuk kali ini, sampai disini dulu yah kilas baliknya. Insya Allah nanti aku share lagi pengalaman hidup matiku...
Jangan lupa selalu doakan aku yah,,, doakan juga kedua orang tuaku, agar mereka selalu sabar dalam merawatku. Aamiin 🤲

Comments
Post a Comment