KILAS BALIK 2 ( Perjuangan Saat Koma )

Halo teman - teman... 


Aku lanjut yah ceritaku kemarin. 
Ya, saat itu detak jantungku kembali berdetak, tapi semua organ tubuhku yang lain masih belum mampu membawaku untuk membuka mata dan menyadarkan diri. Dalam usia 2 tahun dengan BB hanya 6,4kg sungguh kondisiku benar-benar mengkhawatirkan. 

Kondisiku masih kritis dan dokter meminta umi dan abi untuk mencari kamar ICU secepatnya. RS yang menanganiku ini, termasuk RS mewah dengan biaya perawatan yang sangat tinggi. Sedangkan umi dan abi baru saja membayar biaya di RS sebelumnya yang mencapai 20jt, itupun biayanya di bantu keluarga ( kejadian ini pada tahun 2013 dan saat itu belum ada BPJS, di kantor tempat bekerja umi dan abi-pun tidak memberikan fasilitas asuransi kesehatan untuk karyawan dan keluarga ) 

Akhirnya umi dan abi memutuskan mencari ICU di RS lain yang lebih terjangkau biayanya, tapi setelah beberapa lama mencari, semua RS yang di tuju, kamar ICU penuh, daftar antrianpun panjang. Sedangkan kondisiku membutuhkan perawatan dan tindak lanjut sesegera mungkin. 

Tak ada pilihan lain, umi memutuskan untuk masuk ICU di RS itu, agar aku bisa segera masuk ke ruangan. Tentu saja, harus ada deposit 10jt di awal masuk, tapi RS memberikan waktu 1x24 jam untuk melunasi depositnya, dan aku bisa langsung di tangani. 

 Umi dan abi tentu sangat bingung, kondisiku benar - benar butuh perawatan, sedangkan kondisi keuangan umi dan abi tidak memungkinkan. Tapi umi dan abi terus berdoa dan berusaha. Umi teringat sebuah yayasan yang sering memberikan donasi untuk pasien-pasien yang kekurangan biaya. Sesegera mungkin umi menghubungi yayasan tersebut. Tapi ternyata tidak ada respon.

Akhirnya umi berinisiatif menghubungi salah satu teman dari pemilik yayasan tersebut. Beliau berdua sama-sama di salah satu MLM yang sempat umi ikut di dalamnya. Alhamdulillah,,, langsung ada respon saat itu, dan salah satu tim yang terdekat dari lokasi RSpun segera datang untuk memastikan apakah benar kondisinya atau tidak. 

Sungguh Allah dengan Tangan-TanganNya menghadirkan orang-orang berhati mulia. Beliau langsung membuatkan donasi untukku... Sehingga umi bisa lebih fokus dengan kondisiku saat itu tanpa risau gelisah memikirkan biaya pengobatan. 

Aku tau perjuangan kedua orang tua dan keluargaku. Walaupun aku tertidur, aku bisa merasakan semuanya, hingga aku terus berjuang agar bisa kembali membuka mata. Tapi aku rasanya sungguh tidak berdaya. Dokter memberiku obat-obatan entah apa melalui selang infus yang sampai 4 jalur di lengan kiriku, membuat tanganku bengkak begitu besar. Tapi aku tetap tidak mau menyerah. Aku masih ingin bersama umi dan keluargaku, aku sayang mereka semua... 

Pada hari ke-3 aku koma, dokter berbicara dengan umi di sebelahku, aku memang belum berdaya untuk membuka mata, tapi sungguh, aku selalu merasakannya. Dokter mengatakan, ada darah dan nanah yang keluar dari selang susu, ada perdarahan di lambung, infeksiku makin menyebar, dokter mengatakan kepada umi untuk siap dengan apapun yang akan terjadi padaku.

Umi menangis, aku tidak kuat melihat umi menangis, aku berdoa pada Allah agar aku bisa bangun lagi, aku tau, umi dan semua orang-orang berdoa untukku. Aku berusaha dan terus berusaha untuk segera terbangun. 

Sungguh kekuatan doa dan takdir Allah, esok harinya aku sudah bisa membuka mata teman 😭 Tentu saja semua sangat bahagia, akupun begitu, walau aku belum bisa tertawa atau apapun, baru hanya bisa membuka mata.

Seiring hari, akupun sudah bisa keluar dari ICU dan pindah ke ruang rawat inap. Berbagai pemeriksaan di lakukaan semenjak aku masuk RS. MRI, rontgen thorax, EEG, dan lainnya. Dokter menjelaskan, kondisi paruku sangat buruk, tapi menurut dokter, sungguh ini keajaiban, dengan kondisi paru seperti itu, aku masih bisa bernafas tanpa alat bantu ventilator. 

Hasil MRI dan EKG juga cukup baik menurut dokter, hanya ada sedikit gangguan dan bisa di stimulus dengan latihan-latihan ringan.

Pada hari ke-11 alhamdulillah aku sudah boleh pulang teman... Total biaya RS sebesar 55jt sudah terlunasi berkat bantuan donasi teman-teman dermawan dan bantuan sahabat-sahabat di MLM yang umi ikuti.

Sungguh sampai kapanpun, aku dan keluargaku tidak akan melupakan semua kebaikan hati teman-teman semua. Akhirnya,,, akupun bisa pulang lagi ke rumah, aku sangat bahagia dan bersyukur, walaupun kondisiku saat pulang, aku jadi kembali tidak bisa berjalan, tapi aku yakin akan segera bisa berjalan lagi.

Sudah cukup panjang kali ini, nanti aku lanjut lagi ceritanya yah teman... Teman-teman jangan lupa jaga kesehatan, dan semoga Allah selalu melindungi kita semua, aamiin... 

Terima kasih...

Salam sayang dariku, Latisha 🥰

Comments